Kamis, 19 Juli 2012

ULIN DALAM KESEHARIAN URANG BANJAR


Kayu Ulin atau kayu besi berasal dari suatu jenis pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang merupakan flora endemik Kalimantan, mungkin adalah sebuah harmoni alam apabila di bumi Kalimantan ini pohon ini banyak ditemukan. Karena  pohon Ulin yang ditemukan di hutan-hutan tanah kering perbukitan Kalimantan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah di sekitar sungai, rawa-rawa ataupun bagian hilir sungai yang berdekatan dengan muara.

Karena sifat fisik kayu Ulin yang unggul seperti keras/kuat, tahan air serta tahan rayap menjadikannya sangat cocok untuk konstruksi di wilayah berair. Manfaat utama dari sosok pohon Ulin adalah pemanfaatan kayunya untuk berbagai macam kebutuhan seperti kebutuhan konstruksi (rumah, jembatan) ataupun alat transportasi air. Keawetan kayu Ulin ini sebagai bahan konstruksi bangunan sudah tidak diragukan lagi, kayu Ulin ini mampu bertahan hingga ratusan tahun tanpa mengalami kerusakan yang berarti.

Yang paling menonjol dalam pemanfaatan kayu Ulin dalam keseharian urang Banjar adalah digunakannya kayu Ulin sebagai bahan konstruksi utama pembuatan rumah tinggal ataupun bangunan. Ciri utama dari konstruksi rumah Banjar adalah bentuk rumah panggung, konstruksi rumah panggung ini tak lepas dari kondisi geografis dan histori pemukiman urang Banjar yang umumnya berada di tepian sungai yang notabene sering digenangi air. Dan sebagai bahan konstruksi yang paling pas untuk rumah panggung di daerah yang sering digenangi air adalah kayu Ulin, utamanya sebagai bahan konstruksi pondasi rumah berupa tiang-tiang pancang, lantai serta atap rumah yang berupa sirap Ulin. Hampir semua konstruksi bangunan di Kalimantan Selatan sebelum era tahun 90 an masih menggunakan kayu Ulin sebagai bahan dasarnya. Karena sifatnya yang tahan air maka kayu Ulin ini juga dimanfaatkan sebagai alat transportasi air sejak jaman dahulu hingga kini oleh masyarakat Banjar, seperti sampan (jukung) ataupun kapal-kapal sungai (bus air).

Beberapa tempat hingga saat ini masih menggunakan nama Ulin sebagai rujukan karena awal mulanya tempat-tempat tersebut menggunakan kayu Ulin sebagai bahan utama bangunan fisiknya seperti; rumah sakit Ulin (kini RSUD Ulin) yang merupakan rumah sakit terbesar di Kalimantan Selatan konon dahulunya merupakan rumah sakit yang seluruhnya dibangun menggunakan bahan kayu Ulin, ataupun landasan Ulin (kini Bandara Samsudin Noor) dulu dibangun oleh balatentara Belanda, karena sifat fisik tanah yang labil maka balatentara Belanda membuat landasan pacu pesawat yang diperkuat dengan balok-balok kayu Ulin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar